metode tanaman hidroponik

5 Metode Tanaman Hidroponik Ini Buat Tanaman Tumbuh Subur Lho!

31 views

Metode tanaman hidroponik merupakan suatu metode yang tidak membutuhkan tanah sebagai media pertumbuhan tanamannya. Tanaman hasil hidroponik bisa tumbuh lebih cepat dan juga memiliki kualitas lebih baik karena disokong oleh air, oksigen, dan nutrisi yang memadai. Lingkungan tempat tumbuh pun terkontrol sehingga aman dari resiko. Berikut adalah sistem menanam tanaman secara hidroponik:

1. Drip

Pada metode tanaman hidroponik ini, larutan nutrisi akan dipompakan menuju tanaman melalui tube-tube yang tersedia. Larutan ini kemudian akan diteteskan sehingga tanaman tetap hidup dengan sehat dan segar. Sistem drip bersifat fleksibel karena cocok digunakan untuk tanaman secara satuan atau untuk banyak tanaman sekaligus. Selain itu, sistem ini juga sederhana sehingga banyak digunakan.

Sistem drip memerlukan ketelitian yang tinggi dari pemakainya untuk mengatur level pH dan nutrisi bagi tanaman. Selain itu sistem ini cukup kompleks sehingga kurang cocok diterapkan sendiri di rumah. Meski demikian, sistem drip bisa digunakan untuk berbagai variasi tanaman. Selain itu, sistem drip juga mudah ditingkatkan dan diperbesar untuk mengakomodasi tanaman dalam jumlah lebih banyak.

2. Aeroponik

Sistem aeroponik diterapkan dengan cara menyokong tanaman di udara dalam ruang tertutup dengan akarnya dibiarkan terbuka. Pada sistem ini terdapat selang yang bisa mengubah air bernutrisi menjadi kabut. Kabut tersebut kemudian akan disemprotkan dari bagian atas ruangan ke arah tanaman, terutama di bagian akar. Akar pun akan dapat tumbuh panjang dengan cepat melalui sistem ini.

Kelebihan dari sistem aeroponik adalah ramah lingkungan dan termasuk salah satu sistem hidroponik yang memberikan hasil terbaik. Selain itu sistem ini juga hanya menggunakan sedikit air sehingga lebih efisien. Meski demikian, sistem aeroponik mahal untuk dibangun. Selain itu selang penyemprot kabut bisa sering kotor dan tersumbat, serta membutuhkan listrik agar nutrisi tanaman bisa terus terpasok.

3. N. F. T. (Nutrient Film Technology)

Pada sistem ini, larutan nutrisi akan dihantarkan dari reservoir menuju akar-akar tanaman melalui saluran tertentu yang miring. Larutan dikondisikan agar mengalir dalam jumlah yang tepat pada akar. Kelebihan larutan kemudian bisa dialirkan kembali menuju reservoir tersebut dan akar tanaman pun tidak akan tergenang. 

Sistem ini cocok untuk tanaman dan buah seperti stroberi, bayam, dan selada. Kelebihan sistem N.F.T adalah nutrisi yang diperoleh tanaman akan merata dan seragam. Selain itu, metode tanaman hidroponik ini juga tidak membutuhkan banyak air. 

Namun, jika jumlah tanaman terlalu banyak dan padat di satu tempat, saluran tidak akan mengalir lancar. Akibatnya tanaman sulit mendapat nutrisi dan bisa layu. Selain itu penyakit akan mudah menyebar dari akar satu tanaman ke tanaman lain.

4. Wick

Untuk menerapkan sistem wick, seseorang harus menyediakan wadah yang telah berisi nutrisi untuk tanaman, misalnya pupuk. Kemudian sumbu khusus dari bahan yang mudah menyerap air akan menghisap dan menyalurkan nutrisi ke tanaman tersebut. Sistem ini mudah dan murah dilakukan sehingga bisa diterapkan tanpa butuh kemampuan atau pengalaman khusus.

Meski demikian, sistem wick yang simpel ini hanya cocok untuk tanaman-tanaman kecil yang tidak memerlukan air dalam takaran khusus untuk tumbuh. Tanaman seperti tomat yang membutuhkan banyak nutrisi tidak cocok menggunakan sistem ini. Selain itu, sistem wick bekerja dengan lambat. Selain itu, garam mineral yang toksik juga bisa menumpuk karena air dan nutrisi tidak terserap secara merata.

5. Water Culture

Dalam sistem water culture, tanaman akan diletakkan di Styrofoam yang mengapung di atas larutan nutrisi. Dengan demikian, pemilik tanaman tidak perlu cemas tanamannya akan kehabisan nutrisi. Nutrisi akan terus menerus tersuplai ke akar karena akar terendam larutan. Tak hanya itu, sistem ini sederhana, bahan pembuatnya mudah dicari, dan tidak memerlukan listrik atau peralatan yang spesifik.

Meski demikian, kelemahan sistem ini adalah menyebabkan akar mudah membusuk. Tak hanya itu, tanaman akan mendapatkan hanya sedikit oksigen. Karena itu diperlukan bantuan alat bernama aerator untuk menyalurkan oksigen. Dengan demikian, tanaman akan tumbuh dengan lebih optimal.

Metode tanaman hidroponik ada beragam jenis dengan kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Karena itu, pemilik tanaman tidak boleh asal memilih sistem karena sistem salah bisa berujung pada kematian tanaman. Perhatikanlah jenis tanaman, lingkungan, serta alat dan bahan agar memadai untuk melakukan suatu sistem hidroponik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *