jenis tanaman anthurium jemani

Mengenal Tips Budidaya Jenis Tanaman Anthurium Jemani

8 views

Anthurium jemani adalah salah satu jenis tanaman hias yang cukup populer. Harga jual tanaman ini juga sangat menggiurkan, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Melihat tanaman anthurium jemani harganya yang sangat mahal, membuat banyak orang berlomba-lomba untuk membudidayakan tanaman hias satu ini. Berikut adalah tips budidaya jenis tanaman anthurium jemani yang mungkin bisa diikuti, antara lain:

1. Lakukan Pembibitan dengan Benar

Jenis tanaman anthurium jemani bisa dibiakkan melalui beberapa cara. Salah satu caranya adalah dengan menanam langsung dari benih yang didapat dari indukan. Pengguna juga bisa membelinya dari toko perkebunan jika tidak memiliki indukan. Oleskan terlebih dahulu bubur tanaman di tangan dan masukkan benih tadi kedalam air. Diamkan selama satu atau dua hari.

Selain melalui benih, anthurium juga bisa dikembangkan dari stek. Teknik penyemaian melalui stek bisa meningkatkan kecepatan pertumbuhan anthurium jemani lebih cepat dibandingkan dari benih. Cabut tanaman anthurium yang sudah agak tua dan potong pangkal tanaman menjadi dua bagian. Berikan sedikit ZPT agar pertumbuhan lebih terangsang. Setelah itu tanam langsung di media.

2. Pilih Media Penanaman yang Ideal

Proses pemilihan media juga sangat berperan penting dalam proses pertumbuhan anthurium. Pada dasarnya, media yang paling ideal untuk menanam anthurium jemani adalah pakis. Bila perlu, media bisa ditambahkan untuk membantu mempercepat proses perkembangan tanaman. Perhatikan pH media yang digunakan, karena harus netral, tidak bisa terlalu basa dan tidak bisa terlalu asam juga.

Anthurium bisa ditanam dalam pot kecil jika masih dalam berbentuk benih. Jika ditanam melalui stek, pengguna bisa memilih pot yang sesuai dengan ukuran tanaman. Gunakan pot yang memiliki sistem drainase yang baik. Air yang tergenang di bagian bawah pot akan membuat akar menjadi busuk dan mati.

3. Cek Kualitas Cahaya Supaya Tidak Terlalu Terang

Anthurium jemani berkembang lebih baik pada tempat dengan kualitas sinar matahari yang tidak terlalu terang. Pengguna bisa menggunakan peredam cahaya untuk membantu penyinaran langsung. Sinar matahari yang terlalu terik dapat membuat daun menguning dan tidak terlihat indah bila dipandang.

Selain itu, tempatkan tanaman pada ruangan dengan suhu yang sesuai. Suhu tropis Indonesia juga sangat cocok untuk pertumbuhan tanaman ini karena suhu yang tidak terlalu panas saat siang dan tidak terlalu dingin saat malam hari. Bila terlalu dingin saat malam hari, lebih baik jangan biarkan tanaman di luar karena jika suhunya terlalu rendah maka bisa berdampak buruk pada kualitas tanaman.

4. Perhatikan Intensitas Penyiraman

Tanaman anthurium jemani membutuhkan air yang tidak terlalu banyak untuk proses pertumbuhan. Meskipun begitu, pengguna harus tetap rutin menyiramnya dua hari sekali. Intensitas penyiraman bisa dilakukan tiap hari pada pagi dan sore hari. Siram tanaman dengan sedikit air atau bisa juga gunakan penyemprot tanaman agar tanah tidak terlalu basah.

Sebagaimana yang sudah disebutkan diatas, jenis tanaman anthurium jemani tidak bisa tumbuh dengan baik jika ada air yang tergenang. Untuk itu, pastikan agar kondisi tanah tidak terlalu basah dan tidak juga terlalu kering.

5. Lakukan Pemupukan dan Perawatan Hama

Pemupukan tanaman anthurium bisa dilakukan tiap dua atau tiga bulan sekali. Gunakan pupuk slow release seperti Decastar. Pilih juga pupuk dengan kandungan fosfor yang cukup tinggi dengan komposisi pemupukan 5-10-5. Untuk merawat daun, gunakan pupuk cair yang biasa diaplikasikan langsung di daun.

Sedangkan untuk hama, tanaman ini termasuk tidak terlalu rentan. Tapi, kutu dan nematode mungkin akan bersarang di daun tanpa diketahui. Untuk mencegah hal ini, semprotkan minyak hortikultural dan pindahkan tanaman ke pot lain.

Demikian tadi penjelasan mengenai tips budidaya jenis tanaman anthurium jemani yang mungkin bisa dijadikan sebagai panduan. Dengan mengikuti tips diatas, maka perkembangan tanaman anthurium bisa menjadi lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *