jenis jenis tanaman hidroponik dan cara penanamannya

Mengenal Jenis Jenis Tanaman Hidroponik dan Cara Penanamannya yang Mudah

9 views

Menanam tanaman dengan memakai metode hidroponik sudah banyak dilakukan oleh masyarakat. Selain tak perlu memiliki lahan luas, metode ini juga dapat bermanfaat untuk menghemat pembelian sayur dan buah. Terdapat jenis jenis tanaman hidroponik dan cara penanamannya yang mudah dilakukan bahkan oleh pemula.

Alat serta bahan yang digunakan untuk metode hidroponik pun termasuk ke alat dan bahan yang mudah diperoleh. Jenis tanamannya pun masuk ke dalam tanaman yang biasanya banyak dikonsumsi sehari-hari. Adapun penjelasan jenis tanaman serta cara menanamnya menggunakan metode penanaman hidroponik, berikut ini:

Jenis Tanaman Hidroponik

Beberapa jenis tanaman yang banyak dibudidayakan menggunakan metode hidroponik karena mudah cara menanamnya. Selain itu, jenis tanaman ini pun yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat dari semua kalangan. Berikut daftar jenis tanaman hidroponik, antara lain:

1. Bayam

Jenis tanaman ini cocok ditanam dengan metode hidroponik, cukup memakai bibit dari bayam yang sedikit tua. Memerlukan pupuk cair yang sudah dicampurkan bersama air, untuk menyiram secara berkala selama 7 hari pertama. Kemudian, sesudah 7 hari tersebut, tanaman bayam dapat langsung disiram memakai air yang biasa.

2. Cabai

Tentu saja cabai termasuk ke dalam jenis jenis tanaman hidroponik dan cara penanamannya juga mudah. Apabila tidak dilakukan penyemaian terlebih dahulu, tanaman tidak akan tumbuh terlalu baik. Proses penyemaian bibit cabai berkisar sekitar 7 sampai 10 hari, pada usia itu, bibit bisa langsung dipindahkan ke media hidroponik.

3. Selada

Perlu diketahui, untuk mendapatkan hasil panen yang baik, tanaman selada sebaiknya disimpan pada tempat teduh dahulu. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan nuansa beradaptasi, setelah hal itu dilakukan, tanaman bisa dipindahkan ke tempat penuh asupan cahaya. Paranet bisa dipasangkan di atas tanaman selada untuk menghindari cahaya yang terlalu terik dan bisa membuat daun selada menjadi layu.

Cara Penanaman Tanaman Hidroponik

Terdapat beberapa cara penanaman yang baik bagi masyarakat yang ingin mencoba untuk metode hidroponik. Metode ini sangat direkomendasikan bagi masyarakat yang memiliki lahan atau luas tanah yang tidak terlalu banyak. Berikut penjelasan cara penanaman secara hidroponiknya, yaitu:

1. Membuat dan Memilih Instalasi Hidroponik

Metode hidroponik memiliki dua cara yang bisa diterapkan, yaitu NFT dan DWC. Nutrient Film Technique atau NFT, ialah cara dengan memakai pipa paralon yang ditata sedemikian rupa menjadi sebuah rak tanaman. Model hidroponik NFT ini ialah model yang paling banyak digunakan oleh masyarakat.

Sedangkan, Deep Water Culture atau DWC, merupakan teknik budidaya tanaman yang memiliki usia panen lebih lama. Teknik ini cocok untuk jenis tanaman cabai, tomat, dan sejenisnya.

2. Melakukan Pembibitan Tanaman

Pembibitan diperlukan untuk menghasilkan tanaman yang baru, serta diharapkan akan memiliki kualitas yang lebih baik. Saat sedang melakukan pembibitan tanaman dengan cara disemai, sebaiknya buat juga larutan untuk menutrisi tanamannya. Setelah pembibitan sudah dilakukan, beberapa tanaman siap ditanam pada media hidroponik.

Biasanya penanaman terjadi pada usia 3 sampai 4 minggu, pada usia itu, tanaman sudah memiliki daun muda. Pastikan kandungan air, oksigen, serta nutrisi lainnya terpenuhi untuk mencukupi asupan pada tanaman.

3. Memelihara Tanaman

Pemeliharaan tanaman pada metode hidroponik tentu saja perlu diperhatikan lebih rinci, seperti asupan nutrisi dan pH yang terkandung dalam air. Selain itu, pengendalian penyakit serta hama, pemantauan terhadap instalasi penyulaman pun perlu diperhatikan. Apabila tanaman terpelihara dengan baik, akan diperoleh hasil panen yang memuaskan. Tanaman siap dipanen pada usia yang berbeda, tergantung pada jenis tanamannya.

Demikian jenis jenis tanaman hidroponik dan cara penanamannya yang mudah untuk dipraktekkan di rumah. Selain untuk menghemat pengeluaran karena kebutuhan sehari-hari, hasil panennya pun bisa didapatkan dengan kualitas yang masih segar. Solusi yang tepat bagi yang gemar berkebun namun tak memiliki banyak lahan sebagai media tanamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *