cara budidaya porang agar cepat panen

Cara Budidaya Porang agar Cepat Panen dan Mendapatkan Hasil Maksimal

25 views

Iles-iles (Amorphophallus muelleri) atau yang lebih dikenal dengan tanaman porang adalah tanaman budidaya yang memiliki nilai komoditas tinggi. Ketepatan dalam cara budidaya porang agar cepat panen dapat menghasilkan umbi yang maksimal. Budidaya porang menjadi salah satu usaha yang menjanjikan.

Porang memiliki banyak manfaat terutama dalam bidang industri farmasi dan kecantikan. Manfaat yang sangat banyak dari umbi porang membuat nilai permintaan porang sangat tinggi. Berikut cara agar porang cepat panen dan menghasilkan umbi yang cukup besar:

1. Persiapan Lokasi Penanaman

Porang bisa dibudidayakan di lahan terbuka ataupun dibawah tegakan. Tanah yang akan ditanami porang harus diolah terlebih dahulu agar lebih gembur. Kondisi tanah yang keras bisa menghambat pertumbuhan umbi porang. Tanah liat berpasir adalah jenis tanah yang paling cocok untuk budidaya porang.

Pembersihan lahan dari gulma dan tanaman-tanaman yang tidak dibutuhkan harus dilakukan sebelum penanaman. Porang akan tumbuh maksimal terutama jika ditanam dibawah tegakan dengan kerapatan minimal 40%. Lubang untuk menanam porang sebaiknya diberi pupuk dasar terlebih dahulu untuk membantu pertumbuhan bibit.

2. Pemilihan Bibit Porang

Pemilihan bibit porang harus benar-benar selektif agar pertumbuhan porang maksimal. Kualitas bibit akan menentukan pertumbuhan porang dan juga umbi porang. Bibit porang bisa didapatkan melalui umbi porang, biji buah porang dan bintil atau katak porang. Biji buah porang harus dikecambahkan terlebih dahulu sebelum ditanam di lahan.

Bintil atau katak pada porang didapatkan dari pangkal tangkai daun porang. Pengambilan bintil dapat dilakukan saat panen kemudian bisa langsung ditanam di lahan. Penggunaan bintil adalah cara budidaya porang agar cepat panen yang sangat efektif. Cara ini lebih cepat karena bintil lebih cepat bertunas dibandingkan dengan bibit lainnya.

3. Penanaman Porang

Porang ditanam dalam lubang sedalam 20 cm dan diberi jarak 50 cm antar lubang. Jarak antar tanaman perlu diperhatikan agar umbi porang tidak berdesakan dengan umbi lain. Tanaman yang berdesakan akan mengurangi produktifitas terutama pada bagian umbi.

Penanaman porang sebaiknya dilakukan saat memasuki musim hujan. Kondisi tanah saat musim hujan sangat bagus untuk perkembangan umbi porang. Peletakan porang harus hati-hati untuk mencegah rusaknya tunas porang.

4. Perawatan Tanaman Porang

Porang yang ditanam harus dirawat agar pertumbuhannya optimal dan lebih cepat panen. Gulma disekitar tanaman porang harus disiangi agar tidak mengganggu pertumbuhan porang. Penyiangan dapat dilakukan satu bulan setelah penanaman bibit atau saat munculnya gulma. Gulma yang tidak disiangi akan merebut nutrisi yang seharusnya diambil oleh tanaman porang.

Pemupukan dilakukan setelah gulma disekitar porang sudah disiangi. Porang dipupuk sebanyak tiga kali sampai masa panen. Waktu pemupukan pertama yaitu saat bibit porang sudah tumbuh dengan baik. Petani dapat menggunakan pupuk organik atau pupuk yang dibeli ditoko pertanian.

5. Pengendalian Penyakit dan Hama pada Porang

Porang dapat terserang hama berupa berbagai jenis serangga, ulat pemakan umbi dan juga cacing. Pengendalian hama ini yaitu dengan menyemprotkan insektisida untuk serangga. Cacing yang menyerang porang dapat dibasmi menggunakan karbofuran.

Penyakit pada porang diakibatkan oleh jamur yang dapat menyerang batang dan daun porang. Batang porang yang terserang penyakit akan membusuk dan daunnya layu. Jamur tersebut juga dapat menyerang umbi terutama pada kondisi tanah lembab. Pengendalian penyakit ini dapat menggunakan fungisida yang tersedia di toko pertanian.

Porang dapat dipanen saat berusia 2 tahun dengan berat umbi sekitar 1 sampai 2 kilogram. Petani harus menggunakan cara budidaya porang agar cepat panen yang tepat agar mendapatkan hasil yang maksimal. Permintaan pasar yang tinggi membuat budidaya porang menjadi usaha yang sangat menguntungkan petani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *