cara budidaya kapulaga

Inilah Cara Budidaya Kapulaga yang Benar

11 views

Indonesia memang sangat kaya akan rempah dari zaman dahulu. Hingga saat ini pun nilai ekonomi rempah seperti halnya kapulaga masih terbilang tinggi. Manfaat yang bisa didapatkan terbilang banyak, baik itu untuk penyedap makanan maupun untuk minuman tertentu. Nah, bagi yang tertarik untuk budidaya tanaman rempah satu ini, berikut cara budidaya kapulaga yang bisa dilakukan, diantaranya:

1. Pelajari Syarat Tumbuh Kapulaga

Sebelum pada cara yang harus dilakukan, perlu dipahami terlebih dahulu untuk mengetahui bagaimana syarat tumbuh rempah yang satu ini. Agar bisa maksimal dalam melakukan budidaya, pastikan media tanam yang digunakan yaitu tanah lempung berwarna coklat dengan kandungan humus yang tebal. Pastikan juga untuk tingkat drainase cukup serta topografi bisa miring.

Kelembaban udara  yang paling baik kisaran 40-75% dengan curah hujan 2.500-4.000 millimeter. Tanaman yang satu ini sangat baik tumbuh pada dataran yang memiliki ketinggian 300-500 dari permukaan air laut. Sehingga jika menginginkan sebuah hasil panen yang maksimal, pastikan lokasi yang ada pada syarat tersebut.

2. Melakukan Pembibitan

Salah satu cara budidaya kapulaga yaitu dengan menekan 0 pembibitan yang diperbanyak dengan tunas baru. Selain itu, bisa juga dengan melakukan percabangan rizoma yang biasanya akan membentuk tunas setelahnya. Dalam pemilihan bibit ini, alangkah lebih baik memiliki yang memiliki tinggi kurang lebih 50 cm.

Pastikan pula ketika hendak memilih bibit, jangan terlalu memilih yang tua, hal ini dikarenakan pertumbuhan dari rempah ini akan kurang baik. Pemilihan bibit memang menjadi hal yang harus dipersiapkan dengan benar karena akan menjadi titik utama bagaimana pertumbuhan tanaman nantinya.

3. Melakukan Pengolahan Tanah    

Meskipun telah memilih lokasi dengan intensitas curah hujan yang tepat, namun perlu juga mengolah tanah agar bisa gembur dan juga subur. Untuk pengolahan ini bisa dilakukan saat bulan September hingga Oktober. Pastikan tidak ada batu yang ada dijadikan media tanam karena akan mengganggu pertumbuhan. Jika hendak mencangkul tanah, bisa dilakukan kisaran 30 cm.

Buatlah sebuah lubang yang hendak digunakan untuk penanaman paling tidak sebulan sebelumnya dengan ukuran antara panjang dan lebar 50×40 cm. Setelah setengah bulan pembuatan lubang tersebut, silahkan campurkan tanah dan pupuk organik kemudian kembalikan kembali pada lubang yang ada.

4. Melakukan Penanaman

Jika waktu yang digunakan ketika hendak menyiapkan tanah antara September hingga Oktober, maka setelah itu langsung dilakukan penanaman. Untuk penanaman itu sendiri harus dilakukan dibawah peneduh dari tanaman yang lain. Untuk peneduh tersebut bisa dari lamtoro, sebagai penaung dari tanaman kapulaga itu sendiri.

Lakukan penanaman bibit kisaran 10 cm dalam lubang yang telah disiapkan. Pastikan untuk memadatkan tanah yang ada disekitar tanaman utama dengan memperhatikan tunas yang ada. Hal ini dikarenakan jika tunas patah atau terluka, maka pertumbuhan tidak akan maksimal atau bahkan bisa mati.

5. Cara Pemeliharaan

Selain penanaman, kunci subur tidaknya kapulaga ini terletak pada pemeliharaan yang dilakukan. Pastikan untuk mengendalikan gulma yang ada serta melakukan penggemburan tanah di luar yang aman berfungsi untuk merangsang pertumbuhan dari tanaman itu sendiri. Agar tidak menghalangi sebuah penyerbukan yang dilakukan, maka potonglah beberapa daun yang terlihat menguning.

Pastikan untuk mengatur anakan yang tumbuh agar tidak saling tumpang tindih. Berikan mulsa atau beberapa bahan organik yang akan merangsang pertumbuhan kapulaga ini. Setidaknya setiap 3 bulan sekali, dilakukan pemupukan menggunakan urea sebanyak 1 sendok diluar rumpun tanaman.

Dengan mengetahui bagaimana cara budidaya kapulaga ini, tentu akan bisa menghasilkan panen yang terbilang besar. Semakin banyak ilmu yang didapatkan, tentu pengaplikasian akan lebih tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *