cara budidaya jamur merang

Cara Budidaya jamur Merang Menggunakan Anakan F3

8 views

Jamur merang atau lebih dikenal dengan jamur kancing adalah jenis jamur yang sudah banyak di budidaya. Petani yang ingin membudidayakan jamur merang hanya perlu mencari cara budidaya jamur merang yang paling efektif dan mudah. Budidaya jamur merang membutuhkan tempat khusus untuk pertumbuhan jamur tersebut.

Budidaya jamur merang membutuhkan bibit jamur merang dan juga tempat budidaya. Bibit jamur merang bisa didapatkan dari jamur merang yang sudah tua atau membeli anakan F3. Anakan F3 adalah anakan jamur yang sudah siap dibudidayakan dalam media. Berikut cara membudidayakan jamur merang dengan memanfaatkan anakan F3:

1. Persiapan Tempat Budidaya

Tempat budidaya jamur merang atau sering disebut dengan kumbung adalah rumah yang terbuat dari bambu dengan atap asbes. Kelembaban dalam kumbung dijaga dengan cara menempelkan plastik di seluruh dinding kumbung. Ukuran kumbung umumnya seluas 6x4x5 meter. Kumbung dilengkapi dengan jendela atau cerobong udara untuk sirkulasi udara.

Fungsi dari kumbung yaitu untuk melindungi media dan jamur dari paparan sinar matahari langsung. Kumbung juga berfungsi menyediakan iklim yang sesuai dengan kondisi lingkungan asli jamur merang. Sterilisasi kumbung diperlukan agar pertumbuhan jamur tidak terganggu dengan jamur lain atau penyakit yang bisa merusak jamur.

2. Persiapan Media

Media adalah tempat tumbuhnya jamur merang. Persiapan media menjadi cara budidaya jamur merang yang harus benar-benar diperhatikan. Tumbuh tidaknya bibit jamur tergantung dari media yang digunakan. Jamur merang tumbuh dalam media jerami yang dicampur dengan onggok dan serbuk kayu.

Media jamur harus difermentasikan terlebih dahulu sebelum digunakan. Jerami dan bahan media lain disusun diatas tanah kemudian disiram dengan air. Kelembaban dijaga dengan cara menutup media dengan plastik mulsa berwarna hitam. Proses fermentasi ini berlangsung selama 10 hari.

3. Persiapan Anakan F3 dan Penaburan Benih

Benih Jamur anakan F3 dapat dibeli dari pembudidaya bibit jamur komersial. Budidaya menggunakan anakan F3 lebih mudah dilakukan dibandingkan menggunakan bibit murni. Anakan F3 bisa langsung diinokulasikan pada media jamur yang sudah difermentasi.

Cara menginokulasikan anakan F3 yaitu dengan menaburkan benih dalam media secara merata. Kumbung harus di inkubasi selama 3 sampai 4 hari untuk menumbuhkan miselium. Kelembaban kumbung dijaga dengan cara menyiram lantai dengan air, tetapi jangan sampai becek.

4. Perawatan Kumbung dan Media Jamur

Kumbung baru boleh dibuka setelah proses inkubasi selesai. Perawatan utama dalam jamur merang yaitu menjaga kelembaban kumbung dan media. Lantai kumbung dan media jamur tidak boleh sampai kering. Kumbung juga harus segera ditutup setelah proses perawatan selesai.

Proses penyiraman kumbung dan media dilakukan dua kali sehari. Badan jamur tidak boleh tersiram saat menyiram media. Jamur-jamur lain selain jamur merang yang tumbuh dalam media harus dibersihkan agar tidak mengganggu pertumbuhan jamur merang.

5. Pemanenan Jamur Merang

Jamur merang dapat dipanen setelah berumur 10 sampai 11 hari setelah proses penebaran benih. Tinggi jamur yang siap panen yaitu 3-6 cm dan masih berbentuk kancing. Pemanenan harus dilakukan dengan segera karena kuncup jamur merang sangat mudah terbuka. Kuncup yang terbuka menandakan jamur merang sudah tua dan tidak dapat dijual.

Kuncup jamur merang tidak tumbuh secara bersamaan. Pemanenan harus hati-hati agar tidak merusak kuncup lain. Alat yang digunakan untuk memanen jamur merang harus benar-benar bersih dan steril. Jamur dapat dipanen lagi setelah 5-8 hari masa istirahat.

Jamur merang termasuk dalam jamur yang mudah dibudidayakan. Penggunaan benih F3 adalah cara budidaya jamur merang yang cocok untuk pemula. Kelembaban kumbung dan kualitas media akan menentukan jumlah panen dari jamur merang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *