budidaya ubi jalar

Cara Budidaya Ubi Jalar dengan Hasil yang Memuaskan

4 views

Ubi jalar atau dalam bahasa latinnya disebut sebagai Ipomoea batatas adalah salah satu varietas ubi yang cukup mudah untuk dibudidayakan. Meskipun tanaman ini tidak terlalu populer dibandingkan ubi kayu, namun nilai ekspornya ke luar negeri sangat fantastis. Berikut ini adalah cara budidaya ubi jalar dengan hasil yang memuaskan, antara lain:

1. Buat Bibit dari Indukan

Bibit ubi jalar bisa diperoleh langsung dari tunas yang tumbuh pada indukan. Untuk mulai menumbuhkan tunas, diperlukan beberapa ubi jalar yang sehat dan bersih. Tunas ubi jalar bisa didapatkan melalui dua metode, yaitu di air dan di tanah. Tentu saja, kedua metode perbanyakan berfungsi, tetapi memulai tunas dari ubi jalar di tanah adalah metode yang lebih cepat.

Sebuah ubi jalar tunggal dapat menumbuhkan sekitar 15 tunas atau lebih. Jika menggunakan media air, maka ubi cukup diletakkan pada wadah berisi air sebanyak setengah bagian. Bila menggunakan tanah, cukup letakkan ubi di atas hamparan tanah dan jaga agar kondisi tanah tetap lembab dan tidak terlalu basah.

2. Persiapkan Tanah

Sebelum menanam tunas ubi jalar, ada sedikit pekerjaan ekstra yang harus dilakukan. Ubi jalar memerlukan struktur tanah yang gembur dan kering untuk membentuk umbi yang sehat.  Hal ini untuk menghindari akar menghadapi perlawanan ketika sedang masa perkembangan di dalam tanah. Tanah yang gembur merupakan salah satu faktor utama, jadi jangan sampai salah.

Buat bedengan pada tanah dengan tinggi sekitar 40 cm.  Lebar bedengan bisa berkisar antara 60 sampai 100 cm. Tambahkan pupuk kotoran hewan atau kompos pada bagian dasar tanah jika ingin menghasilkan tanaman yang organik. Kadar keasaman tanah bisa diatur pada pH 5,5-7,5

3. Tanam Tunas dengan Baik

Setelah tanah disiapkan dan ditumpuk, tanam tunas di tanah yang sudah disiapkan dimana bagian akar diarahkan ke bawah. Benamkan ke dalam tanah sehingga bagian bawah tertutup tanah sedangkan bagian atas dengan semua daun baru berada di atas tanah. Tinggalkan setidaknya 3-4 helai daun di atas permukaan tanah.

Ubi jalar tumbuh di bawah permukaan tanah, maka akarnya membutuhkan banyak ruang udara untuk menjangkau ke bawah dan mengamankan nutrisi. Mengingat hal ini,  berikan jarak pada masing-masing tunas sekitar 30 cm. Setelah semua tunas ditanam, ratakan tanah dengan menggunakan cangkul pada tiap-tiap lubang.

4. Siram Tunas dan Singkirkan Gulma Secara Rutin

Lanjutkan menyiram setidaknya setiap hari, sampai tanaman muncul di permukaan tanah. Tapi lakukan penyiraman lebih sering jika tinggal di daerah jarang turun hujan. Lakukan uji tanah secara teratur untuk memastikan tanah tidak benar-benar kering. Setelah ada beberapa helai daun hijau yang tumbuh, intensitas penyiraman bisa dikurangi menjadi dua kali seminggu. 

Tunas akan bertunas kembali, dan ketika mencapai panjang 15-20 cm, potong akarnya. Keluarkan dan buang bagian bawah dari setiap tunas, karena bagian itu terkadang menyimpan organisme penyakit. Jika melihat gulma muncul di dalam atau di sekitar ubi jalar pada minggu kedua atau ketiga, singkirkan secara teratur

5. Panen Jika Sudah Siap

Langkah terakhir dalam proses budidaya ubi jalar adalah pemanenan. Biasanya, sebagian besar varietas ubi jalar akan memakan waktu sekitar tiga hingga empat bulan untuk matang sempurna. Jika daun sudah mulai menguning, maka ini juga bisa menjadi pertanda bahwa ubi siap untuk dipanen. Gali umbi dengan sekop saat kondisi tanah kering.

Demikian penjelasan cara budidaya ubi jalar dengan hasil yang memuaskan yang mungkin bisa dijadikan sebagai panduan. Dengan mengikuti arahan yang sudah dijelaskan diatas, dipastikan ubi jalar bisa tumbuh dengan baik dan mendapat hasil panen yang baik pula. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *