budidaya terong ungu

Cara Budidaya Terong Ungu di Halaman Rumah

11 views

Terong ungu merupakan salah satu jenis terong yang sering dimanfaatkan sebagai sayuran dan olahan makanan lainnya. Tidak susah untuk menemukan terong di pasar karena tanaman ini selalu dicari oleh banyak orang. Cara penanaman terong sebenarnya juga tidak terlalu ribet. Dan berikut ini adalah cara budidaya terong ungu di halaman rumah yang bisa dicoba:

1. Pilih Bibit yang Baik

Langkah pertama untuk melakukan budidaya terong ungu adalah dengan memilih bibit yang baik serta berkualitas unggul. Benih tanaman terong ungu bisa didapatkan dari toko pertanian dan biasanya terdiri dari beberapa jenis. Benih yang baik biasanya harganya sedikit lebih mahal dan dikemas dalam kemasan yang lebih rapat dan tetap terjaga.

Selain membeli dari toko, benih terong juga bisa didapatkan dari buahnya langsung. Pilih terong yang sudah agak busuk dan pisahkan biji dari bagian buahnya. Jemur biji tadi di terik matahari selama 2-3 jam. Benih ini bisa langsung disemai di media. Namun, jika ingin menyimpan benih untuk waktu yang cukup lama, pastikan benih disimpan di tempat yang kedap udara

2. Persiapkan Media Tanam

Bila sudah mendapatkan bibit yang baik, maka selanjutnya adalah mempersiapkan media tanam. Gunakan tanah lempung berpasir atau lempung berpasir yang dikeringkan dengan baik, dengan bahan organik yang cukup tinggi. PH tanah harus antara 5,8 dan 6,5 untuk pertumbuhan terbaik. Tempatkan tanah ke dalam polybag atau pot yang sudah dilubangi. 

Disarankan untuk menggunakan polybag untuk pertumbuhan yang lebih baik. Campurkan tanah dengan sedikit sekam atau pupuk dalam jumlah sedang. Jangan gunakan terlalu banyak karena tahapan awal sangat rentan terhadap kerusakan. Jika menanam di pot, pilih pot yang berwarna hitam agar bisa menyerap lebih banyak sinar matahari. Persiapkan juga wadah berisi air untuk menyiram tanaman. 

3. Lakukan Penyemaian

Sebelum disemai, rendam terlebih dahulu benih dengan air hangat sekitar 15 menit. Setelah itu, buat lubang sedalam 1 cm di media tanah dengan campuran sekam tadi. Berikan jarak pada tiap-tiap lubang agar terong dapat tumbuh dengan lebih optimal. Masukkan biji ke dalam lubang dan tutup dengan campuran tanah dan siram dengan air.

Biji terong berkecambah dalam waktu sekitar 5 sampai 6 hari. Pastikan tanaman mendapatkan asupan cahaya dan air yang cukup. Pelihara kecambah terong selama 8 hingga 10 minggu sebelum memindahkannya ke kebun atau membawanya ke luar ruangan dalam wadah permanen.

4. Pindahkan Bibit ke Media yang Lebih Besar

Bila tanaman sudah mengeluarkan empat helai daun, maka itu artinya terong sudah siap untuk dipindahkan ke media yang lebih besar. Persiapkan polybag yang agak besar untuk masing-masing bibit. Sama seperti proses penyemaian, campurkan tanah dengan pupuk atau sekam. Jangan lupa pula buat lubang pada polybag untuk menjaga tanah tidak terlalu basah.

Setelah tanaman mulai tumbuh lebih besar, ada baiknya untuk memancangkan terong. Ini untuk menghindari gangguan pada akar setelah tanaman terbentuk. Sebagian besar varietas akan diikat dengan baik ke sepotong bambu atau tiang kayu yang ditancapkan jauh ke dalam pot Anda. Setelah semua siap, pindahkan terong dan teruskan perawatan dengan proses penyiraman rutin.

5. Jaga Terong Dari Hama

Terong dapat diserang oleh hama berjenis cacing potong, kutu daun, kumbang kutu, serangga kentang, tungau laba-laba, dan cacing tanduk tomat. Kendalikan kutu daun dan kumbang kutu dengan memetik area yang dihinggapi hama. Semprotkan pestisida secara teratur untuk menjaga terong dari serangan hama.

Demikian tadi cara budidaya terong ungu di halaman rumah yang bisa dicoba. Selain bisa menghasilkan tanaman sendiri untuk bahan dapur, budidaya terong juga bisa menjadi sumber pendapatan jika ditekuni dengan serius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *