budidaya jamur kancing

Cara Budidaya Jamur Kancing dan Keuntungan Bisnis Jamur

12 views

Tanaman budidaya dapat menjadi bisnis yang cukup menjanjikan. Salah satu budidaya tanaman yang berpotensi menguntungkan adalah budidaya jamur kancing. Jamur jenis ini berbentuk seperti kancing dan bernama ilmiah Agaricus Bosporus. Berikut ini cara menanam jamur kancing:

Mempersiapkan Media Tanam

Dalam budidaya jamur kancing, suhu merupakan kunci keberhasilan panen. Media tanam sebaiknya dibuat dalam rumah kumbung agar suhu yang diinginkan terjaga. Pembudidaya menyiapkan bahan-bahan seperti jerami padi, kapur pertanian, bekatul, dan pupuk urea 0.9%, ZA (1%) juga TSP (1.2%) dari berat jerami padi.

Bahan-bahan yang ada disiapkan pada rak tanaman. Lakukan pengomposan dengan kapur dan pupuk pada jerami dengan kelembaban 65% selama sepuluh hari. Pengomposan berguna untuk membuang jamur liar selain jamur kuping untuk tumbuh.

Jerami yang sudah dikompos kemudian disterilisasi menggunakan uap panas dengan suhu yang naik bertahap. Tahap pertama, suhu berada di 60-65 derajat Celcius selama 12 jam. Selanjutnya, ventilasi rumah kumbung dibuka hingga suhunya menjadi 40-45 derajat celcius. Kemudian, diamkan selama tujuh puluh jam. Setelah tujuh puluh jam, buka ventilasi rumah kumbung hingga suhu kembali normal pada 32 derajat celcius.

Menanam Bibit Jamur Kancing

Menanam bibit jamur agar dapat tumbuh, diperlukan suhu 26-30 derajat celcius untuk dataran tinggi, dan 24-26 derajat celcius untuk dataran rendah. Bibit jamur yang sudah siap disebarkan di media tanam dengan ketebalan 15-20 cm. Jamur akan tumbuh dalam sembilan sampai empat belas hari.

Selama penyemaian, media tanam yang ada di lapisi dengan tanah. Dengan ketebalan tiga hingga lima sentimeter,  tanah dapat membantu pertumbuhan jamur dan mengurangi kerusakan kompos. Setelah miselium tumbuh, ventilasi rumah kumbung dapat dibuka dan pertumbuhan jamur akan semakin cepat.

Tiga hari setelah itu, jamur bisa dipanen. Pilih jamur yang tidak layu dan tidak busuk untuk dipasarkan. Jamur juga bisa dikonsumsi sendiri dengan porsi tertentu. Jamur yang tidak segera dipanen dapat menurunkan kesegaran jamur.

Berbisnis Jamur Kancing

Budidaya jamur kancing memerlukan ketelatenan ekstra untuk merawat dan menjaga agar jamur dapat dipanen tepat waktu. Biaya operasional seperti media tanam, rumah kumbung, dan lahan dapat dijumlahkan terlebih dahulu. Kemudian, omset yang didapat dikurangi dengan operasional yang digunakan selama tiga hingga empat bulan. Setelah tiga bulan, laba bisa mencapai hampir sekitar tiga juta rupiah.

Kemasan juga perlu diperhatikan untuk menjaga kesegaran jamur kancing. Gunakan kemasan yang mencegah masuknya oksigen untuk mencegah oksidasi dan kebusukan. Contohnya kaleng atau pouch plastik yang kemudian di vacuum dan sealer.

Jamur kancing juga dikenal dengan khasiatnya bahan obat untuk penyakit tertentu. Dengan begitu, permintaan jamur ini cukup tinggi di kalangan konsumen. Meski begitu, tak banyak yang siap membudidayakannya karena tak semua orang sanggup menekuni budidaya jamur kancing. Dengan begitu, harga jamur masih bisa dibeli dari kalangan menengah ke atas.

Perlu diketahui juga, media tanam yang membutuhkan perhatian khusus akan menentukan kualitas jamur yang dipanen. Dengan demikian, pembudidaya memerlukan ketekunan untuk menjaga kesempurnaan budidaya jamur. Untuk beberapa kali budidaya, sebaiknya pelaku bisnis jamur tidak menyerah jika menemukan kegagalan. Jika perlu mempekerjakan pegawai, cukup satu atau dua orang untuk satu rumah kumbung.

Demikian penjelasan tentang cara budidaya jamur kancing dan potensi bisnis yang dapat diusahakan. Jamur kancing tetap memiliki peminat meski harganya cukup mahal. Konsumen tetap mencerna jamur ini karena vitamin dan mineralnya yang cukup tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *